HIPMI Kota Bekasi Siap Jadi Motor Ekonomi Daerah, Tri Adhianto Tantang Pengusaha Lokal Ambil Peran Strategis

 

Forum Bisnis Cabang (FORBISCAB) yang dihadiri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (HIPMI Kota Bekasi)

KOTA BEKASI- Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan ekonomi daerah. Fokus utama diarahkan pada penguatan kolaborasi internal dan peningkatan kapasitas pelaku usaha, agar mampu masuk ke dalam ekosistem investasi strategis di Kota Bekasi.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Forum Bisnis Cabang (FORBISCAB) yang digelar di Hotel Horison Ultima, Bekasi Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian DIKLATCAB dan RAKERCAB BPC HIPMI Kota Bekasi, yang dihadiri sekitar 150 pengusaha muda.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, turut hadir dan memberikan tantangan langsung kepada pengusaha lokal agar tidak hanya menjadi penonton dalam proyek-proyek strategis pemerintah daerah.

Ia menyoroti masih minimnya keterlibatan pengusaha Bekasi dalam lelang investasi yang dilakukan pemerintah. Salah satu contohnya adalah pengelolaan stadion yang tidak menarik minat investor lokal.

Menurutnya, potensi ekonomi daerah sangat besar. Ia menyebut sektor parkir di kawasan stadion saja diproyeksikan mampu menghasilkan hingga Rp8 miliar per tahun. Karena itu, ia mendorong pengusaha yang berbasis di Bekasi agar mengambil peluang tersebut, sehingga dampak ekonominya kembali ke daerah, termasuk dari sisi pajak.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bekasi, Farah Rizky, menegaskan bahwa FORBISCAB menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pengusaha muda.

Ia menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Pengusaha, menurutnya, harus mampu mengevaluasi diri secara berkala, baik dari sisi strategi pemasaran maupun kualitas produk.

Farah juga mengingatkan bahwa kegagalan beradaptasi akan berdampak langsung pada keberlangsungan usaha. Karena itu, HIPMI memprioritaskan program peningkatan kompetensi anggota sebagai langkah konkret menghadapi tantangan ekonomi.

Selain penguatan internal, HIPMI Kota Bekasi juga mendorong pendampingan terhadap pelaku UMKM. Program ini mencakup dukungan pembiayaan, peningkatan literasi bisnis, hingga pengembangan kapasitas usaha agar mampu naik kelas dan terintegrasi dengan arah pembangunan daerah.

Farah berharap, sinergi antara HIPMI dan Pemerintah Kota Bekasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menghasilkan program nyata yang berdampak langsung pada ekosistem bisnis lokal.

Saat ini, keanggotaan BPC HIPMI Kota Bekasi menunjukkan pertumbuhan signifikan, dari 55 menjadi 102 pengurus aktif. Melalui FORBISCAB, organisasi ini menargetkan lahirnya program kerja strategis yang mampu memperkuat ekonomi lokal yang adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan.