Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dimulai di Kota Bekasi, 10.504 Peserta Siap Didorong ke Dunia Kerja
![]() |
| Acara kick-off Pelatihan Vokasi Nasional 2026 (Pemkot Bekasi) |
KOTA BEKASI- Sebanyak 10.504 peserta tercatat mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 yang digelar serentak di puluhan lokasi di seluruh Indonesia. Program ini secara resmi dibuka oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, dari Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Rabu (8/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Yassierli didampingi Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, yang turut meninjau langsung pelaksanaan pelatihan serta berinteraksi dengan para peserta di lokasi.
Dari total peserta nasional, sekitar 280 orang menjalani pelatihan di BBPVP Bekasi sebagai bagian dari Batch I. Mereka menjadi representasi awal dari program yang ditargetkan mampu mempercepat penyiapan tenaga kerja terampil.
Yassierli menegaskan, skema pelaksanaan tahun ini mengalami perubahan mendasar. Pemerintah kini menerapkan sistem rekrutmen dan pelatihan terpusat yang dilakukan secara serentak, menggantikan pola sebelumnya yang berjalan secara mandiri di masing-masing balai.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berupaya membuka akses yang lebih merata bagi pencari kerja di berbagai daerah. Penyebaran lebih dari 10 ribu peserta di sekitar 50 hingga 60 lokasi dinilai sebagai langkah perluasan jangkauan program.
Sejalan dengan itu, Abdul Harris Bobihoe menyatakan dukungan Pemerintah Kota Bekasi terhadap penguatan pelatihan vokasi sebagai instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar lulusan pelatihan dapat terserap optimal di dunia industri.
Sepanjang 2026, pemerintah menargetkan total peserta pelatihan vokasi mencapai 70 ribu orang melalui pendanaan APBN, dengan peluang kolaborasi bersama sektor industri dan lembaga nonpemerintah.
Program ini juga dirancang inklusif dengan memberikan kesempatan yang sama kepada penyandang disabilitas untuk mengikuti pelatihan. Melalui langkah ini, pemerintah berharap pelatihan vokasi tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga memperluas akses kerja secara lebih adil dan merata.
