Ketua DPRD Kota Bekasi Tinjau Teknologi PSEL di China, Pastikan Proyek Pengolahan Sampah Berjalan Optimal

 

BEKASI SELATAN – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, dijadwalkan mengikuti kunjungan kerja ke China untuk meninjau langsung fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang teknologinya direncanakan diterapkan di Kota Bekasi. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap proyek pengelolaan sampah yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sardi mengatakan, DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan proyek tersebut berjalan sesuai perencanaan dan mampu menjawab persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di Kota Bekasi.

Menurutnya, kunjungan ke fasilitas PSEL di China diperlukan untuk melihat secara langsung kemampuan teknologi yang akan digunakan, termasuk kapasitas pengolahan sampah dan potensi energi listrik yang dihasilkan.

“DPRD mewakili masyarakat harus mengetahui secara jelas perusahaan dan teknologi yang akan digunakan. Kami ingin memastikan apakah benar fasilitas tersebut mampu mengolah sekitar seribu ton sampah per hari dan menghasilkan listrik hingga 15 megawatt,” ujar Sardi di Bekasi, Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah di Kota Bekasi ke depan tidak hanya mengandalkan teknologi berskala besar, tetapi juga perlu didukung pengelolaan berbasis masyarakat melalui bank sampah dan pengurangan sampah dari sumbernya.

Meski demikian, dalam proyek pembangunan PSEL, aspek teknologi menjadi perhatian utama yang perlu diawasi secara ketat agar investasi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kunjungan tersebut akan melibatkan berbagai unsur, tidak hanya dari Pemerintah Kota Bekasi dan DPRD, tetapi juga tokoh masyarakat, lembaga kemasyarakatan, serta pihak-pihak terkait lainnya. Pelibatan berbagai elemen ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai proses pembangunan dan operasional PSEL.

Sardi menambahkan, selama ini berbagai rencana pemanfaatan sampah di kawasan Bantargebang kerap mencuat namun belum menghasilkan realisasi yang signifikan. Karena itu, DPRD ingin memastikan proyek PSEL yang kini berstatus PSN tidak berhenti sebatas wacana.

“Kami mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi. Yang terpenting adalah memastikan proyek ini benar-benar terwujud dan memberikan solusi nyata bagi persoalan sampah di Kota Bekasi,” katanya.

Pembangunan PSEL diharapkan menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sekaligus menghasilkan energi listrik dari sampah yang selama ini menjadi masalah lingkungan perkotaan.