Gerakan tersebut diwujudkan lewat berbagai kegiatan lapangan, mulai dari kerja bakti massal, pengangkutan sampah, pembersihan saluran air, hingga penertiban bangunan liar serta reklame dan spanduk yang tidak berizin. Aksi ini melibatkan unsur kecamatan, kelurahan, hingga warga di lingkungan permukiman.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan K3 ASRI bukan sekadar program kebersihan, melainkan langkah bersama untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Menurutnya, lingkungan yang tertata rapi akan berdampak langsung pada kualitas hidup warga. Saluran air yang bersih dapat mengurangi potensi banjir, sementara ruang publik yang tertib membuat aktivitas masyarakat dan usaha menjadi lebih nyaman.
Penataan yang dilakukan pemerintah daerah juga mencakup penertiban bangunan liar serta reklame yang tidak memiliki izin. Langkah ini dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis, sekaligus untuk memastikan aturan berjalan secara adil bagi semua pihak.
Tri Adhianto menegaskan bahwa penegakan aturan penting agar penataan kota berjalan maksimal. Selain menciptakan keteraturan, kebijakan tersebut juga memberikan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sejumlah warga mulai merasakan perubahan di lingkungan mereka. Rudi Hartono, warga Bekasi Timur, menilai kondisi lingkungan kini lebih bersih dan tertata dibanding sebelumnya. Saluran air yang dulu sering tersumbat kini kembali berfungsi dengan baik.
Hal serupa disampaikan Siti Aminah, pelaku usaha kecil. Ia menilai lingkungan yang lebih rapi membuat aktivitas usaha terasa lebih aman dan nyaman bagi pembeli maupun pedagang.
Pemerintah Kota Bekasi memastikan Gerakan K3 ASRI akan terus dilaksanakan secara rutin. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, penataan kota diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dan menghadirkan lingkungan yang lebih tertib, sehat, serta nyaman bagi warga.