Arahan DPR RI Dorong Percepatan Pembangunan Flyover Bulak Kapal
![]() |
| Walikota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono saat memberikan keterangan kepada awak media (Adhfar/detikcom) |
KOTA BEKASI— Pemerintah Kota Bekasi segera mempercepat pembangunan flyover Bulak Kapal sebagai respons atas kecelakaan fatal di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menyebut percepatan ini dilakukan setelah menerima arahan dari Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
Tri menegaskan, langkah awal yang diminta adalah menyiapkan surat resmi guna membuka jalur percepatan proyek. Dokumen tersebut dijadwalkan rampung segera sebagai bagian dari proses administratif lintas pemerintah.
Dari sisi kesiapan, proyek ini sebenarnya telah berjalan pada tahap awal. Pembebasan lahan sudah diselesaikan oleh Pemkot Bekasi dengan anggaran sekitar Rp100 miliar, dan rencana pembangunan telah masuk dalam APBD. Namun, kebutuhan total proyek diperkirakan mencapai Rp250 miliar.
Saat ini, dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat baru mencapai sekitar Rp30 miliar. Kekurangan anggaran sebesar Rp220 miliar diharapkan bisa ditutup melalui intervensi pemerintah pusat, termasuk skema Bantuan Presiden.
Tri melihat pembangunan flyover bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi solusi permanen atas persoalan perlintasan sebidang yang selama ini rawan kecelakaan. Lokasi di Jalan Ampera, yang berada dekat Stasiun Bekasi Timur, menjadi titik krusial yang akan ditangani.
Jika flyover terealisasi, perlintasan sebidang tersebut akan ditutup total. Skema ini dinilai akan memperbaiki arus lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan memastikan perjalanan kereta tetap stabil tanpa gangguan.
Optimisme juga disampaikan terkait durasi pengerjaan. Dengan catatan pendanaan terpenuhi, Tri memperkirakan proyek bisa diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan.
Percepatan ini sekaligus menandai dorongan kuat pemerintah daerah untuk mengubah titik rawan kecelakaan menjadi simpul transportasi yang lebih aman dan efisien.
