Jalan di Depan Stasiun Kota Bekasi Ditutup Sementara Selama Empat Malam
Dinas Perhubungan Kota Bekasi memberlakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Ir. H. Juanda, tepatnya di depan Stasiun Bekasi, selama empat malam, 7 hingga 10 April 2026. Pengaturan berlaku pukul 23.00 hingga 05.00 WIB, seiring pekerjaan pemasangan konstruksi jembatan penyeberangan orang (JPO).
Sekretaris Dishub Kota Bekasi, Teguh Indrianto, menyampaikan bahwa proses ereksi girder JPO berlangsung selama tiga hari dan dilakukan bertahap. Pada dua malam awal, diterapkan sistem contraflow untuk menjaga arus kendaraan tetap bergerak. Memasuki malam ketiga, ruas Jalan Juanda ditutup total dan seluruh kendaraan dialihkan ke jalur alternatif.
Rute pengalihan meliputi Jalan Kemakmuran, Jalan Ahmad Yani, Jalan M. Hasibuan, dan Jalan R.A. Kartini sebelum kembali ke Jalan Juanda. Pengalihan ini diprioritaskan untuk kendaraan berdimensi besar yang sebelumnya melintas menuju Jalan Perjuangan.
Dishub juga menyiapkan skema alternatif lain. Kendaraan dari Simpang Pemda menuju Simpang Bulan-Bulan diarahkan melalui Jalan Kemakmuran, Jalan Veteran, Jalan M. Hasibuan, dan Jalan R.A. Kartini. Sementara dari Simpang Bulan-Bulan ke arah Kranji dialihkan lewat Jalan K.H. Masyuro, Jalan Veteran, dan Jalan Rawa Tembaga.
Masyarakat diimbau mengikuti rambu serta arahan petugas. Informasi rekayasa telah disosialisasikan melalui spanduk di sepanjang Taman Cut Meutia hingga Simpang Bulak Kapal agar pengguna jalan dapat menyesuaikan rute lebih awal.
Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, menjelaskan proyek JPO sempat tertunda akibat perizinan Kementerian Perhubungan dan PT KAI, yang kini telah rampung. Pembangunan ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga bulan dan diharapkan mampu mengurangi kemacetan akibat aktivitas penyeberangan di kawasan tersebut.
