Menuju Kota Internasional, ASN Kota Bekasi Gunakan Bahasa Inggris Saat Rapat WFH

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto (Humas Pemkot Bekasi)

KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi mulai menerapkan kebijakan baru yang cukup progresif dalam pola kerja aparatur sipil negara (ASN). Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mewajibkan penggunaan bahasa Inggris dalam pelaksanaan rapat virtual atau Zoom meeting, khususnya saat skema Work From Home (WFH) berlangsung.

Kebijakan ini tidak sekadar simbolik, melainkan bagian dari upaya mendorong peningkatan kompetensi ASN agar lebih adaptif terhadap tuntutan global. Setiap kepala organisasi perangkat daerah (OPD) diminta memastikan seluruh jajaran, termasuk staf, siap mengikuti instruksi tersebut. Mereka juga diwajibkan melaporkan progres kerja secara berkala pada pagi, siang, dan sore hari.

Tri menjelaskan, penggunaan bahasa Inggris dalam rapat akan terintegrasi dengan sistem evaluasi kinerja harian. Instruksi, arahan, hingga target pekerjaan disampaikan dalam bahasa Inggris untuk mengukur sejauh mana pemahaman dan kesiapan ASN dalam menghadapi standar kerja internasional.

Selain itu, seluruh kegiatan rapat diwajibkan untuk direkam sebagai bahan evaluasi. Rekaman tersebut akan diperiksa oleh Asisten Daerah (Asda) guna memastikan kesesuaian antara perintah dan output kerja yang dihasilkan pada akhir hari.

Pemkot Bekasi juga berencana melibatkan kalangan akademisi dalam proses penilaian. Perguruan tinggi akan berperan sebagai pihak independen yang mengevaluasi kemampuan bahasa Inggris para kepala OPD. Langkah ini diharapkan menciptakan standar pemahaman yang merata di seluruh lini birokrasi.

Menurut Tri, kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi budaya kerja di lingkungan Pemkot Bekasi. Ia menilai, kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan visi Bekasi sebagai kota bertaraf internasional.

Melalui program “One Day English”, Pemkot Bekasi berupaya menjadikan momentum WFH tidak hanya sebagai sistem kerja fleksibel, tetapi juga sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.