Peran Aktif Tri Adhianto di Balik Penanganan Tragedi Stasiun Bekasi Timur, Dari Respons Cepat di Lapangan hingga Pendampingan Presiden

 

Wali Kota Bekasi turun langsung ke lokasi kecelakaan tidak berapa lama setelah kejadian (Istimewa/Pemkot Bekasi)

KOTA BEKASI — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menunjukkan respons aktif cepat dan terukur dalam menangani kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Sesaat setelah insiden terjadi pada Senin (27/4) malam, Tri langsung turun ke lokasi untuk memastikan proses evakuasi berjalan efektif serta seluruh sumber daya Pemerintah Kota Bekasi bergerak lancar tanpa hambatan.

Di lapangan, Tri memimpin koordinasi lintas perangkat daerah, melibatkan dinas pemadam kebakaran, ambulans, tenaga kesehatan, hingga unsur kepolisian dan relawan. Ia memastikan jalur evakuasi korban dibuka selebar mungkin, sekaligus memantau distribusi tenaga medis agar penanganan korban berlangsung cepat dan tepat sasaran. 

Dalam situasi darurat tersebut, komunikasi dengan tim SAR Jakarta, SAR Kota Bekasi dan operator perkeretaapian juga dijaga intensif guna mempercepat proses penyelamatan.

Tak berhenti di lokasi kejadian, Tri juga aktif menjenguk para korban yang dirawat di rumah sakit. Ia memastikan setiap pasien mendapat penanganan maksimal, termasuk kebutuhan medis lanjutan dan dukungan psikologis bagi keluarga korban. Kehadiran langsungnya di ruang perawatan menjadi bagian dari pengawasan sekaligus bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap warganya.

Dalam rangka memastikan penanganan berjalan komprehensif, Tri turut mendampingi sejumlah pejabat pusat dan daerah yang datang ke lokasi peristiwa. Ia terlihat mendampingi Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dalam peninjauan lapangan, serta bersama Presiden RI, Prabowo Subianto, saat menjenguk korban di RSUD. 

Selain itu, ia juga berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, serta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam merumuskan langkah penanganan jangka menengah dan panjang.

Sinergi antara Pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga pemerintah pusat menjadi fokus utama dalam upaya mencegah kejadian serupa. 

Sejumlah opsi, termasuk perbaikan sistem perlintasan dan penguatan infrastruktur keselamatan, mulai dibahas secara konkret. Tri menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap titik rawan di wilayah Kota Bekasi, agar standar keselamatan transportasi dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.

Melalui langkah cepat di lapangan dan koordinasi lintas sektor yang konsisten, penanganan kecelakaan ini tidak hanya berorientasi pada pemulihan korban, tetapi juga pada pembenahan sistem secara menyeluruh.