Tri Adhianto Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jepang dan Korea, Akselerasi Smart City hingga Lapangan Kerja untuk Warga

Di tengah perkembangan kota yang semakin dinamis, konsep sister city atau kerja sama antarkota lintas negara kini menjadi salah satu strategi yang banyak diterapkan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan dan memperluas peluang kolaborasi internasional. Skema ini juga terus diperkuat Pemerintah Kota Bekasi sebagai bagian dari langkah strategis menghadapi tantangan urbanisasi dan modernisasi kota.

Terbaru, awal April 2026, Pemerintah Kota Bekasi menjalin penguatan kerja sama sister city dengan Kota Seongnam, Korea Selatan, dan Kota Izumisano, Jepang, sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring internasional yang dapat mendukung percepatan pembangunan daerah di berbagai sektor.

Secara sederhana, sister city merupakan bentuk kemitraan resmi antara dua kota dari negara berbeda yang bertujuan membangun kerja sama di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, budaya, teknologi, hingga tata kelola pemerintahan. Melalui konsep ini, masing-masing kota dapat saling bertukar pengetahuan, pengalaman, dan inovasi untuk mendukung kemajuan daerah.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai, kerja sama semacam ini penting dilakukan agar Kota Bekasi tidak tertinggal dalam menghadapi perkembangan zaman, khususnya sebagai salah satu kota metropolitan penyangga ibu kota dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang tinggi.

“Daerah sekarang tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus membuka jejaring seluas mungkin, termasuk belajar dari kota-kota maju di dunia agar bisa menghadirkan inovasi yang sesuai untuk masyarakat,” ujarnya.

Dalam praktiknya, manfaat sister city tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga dapat berdampak langsung pada pembangunan daerah. Banyak kota di dunia memanfaatkan kerja sama ini untuk transfer teknologi, peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan transportasi, penguatan ekonomi kreatif, hingga pembukaan peluang investasi baru.

Bagi Kota Bekasi, penerapan konsep tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk mempercepat pengembangan menuju kota modern berbasis teknologi atau smart city. Melalui kerja sama dengan Seongnam yang dikenal sebagai salah satu kota berbasis teknologi di Korea Selatan, Bekasi berpeluang mempelajari sistem digitalisasi pelayanan publik dan pengembangan kota pintar yang telah diterapkan di sana.

Sementara melalui kemitraan dengan Izumisano, Jepang, Pemerintah Kota Bekasi juga membuka peluang kerja sama dalam bidang pengembangan ekonomi daerah, pendidikan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Tak hanya itu, hubungan antarkota lintas negara juga bisa memperluas kesempatan ekonomi melalui promosi investasi, pengembangan UMKM, hingga membuka akses kerja sama industri yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal.

Kota yang aktif membangun jejaring internasional umumnya memiliki daya saing lebih tinggi karena mampu lebih cepat mengadopsi inovasi dan menyesuaikan diri terhadap perkembangan global.

Dengan berbagai potensi manfaat tersebut, Pemerintah Kota Bekasi menilai penguatan konsep sister city menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun fondasi kota yang kompetitif, modern, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Ke depan, skema kerja sama ini diharapkan tidak hanya menjadi hubungan seremonial semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk program nyata yang memberi dampak langsung bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi.