Infrastruktur Telekomunikasi Dibangun Ulang, Kota Bekasi Targetkan Kota Lebih Aman dan Estetis
![]() |
| Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat peresmian kerjasama pembangunan jaringan kabel bawah tanah dengan pihak terkait (Pemkot Bekasi) |
KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi mempercepat penataan kabel utilitas yang selama ini terlihat semrawut dengan mengalihkan jaringan ke bawah tanah melalui sistem ducting. Kebijakan ini didorong langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, sebagai bagian dari upaya membenahi aspek keamanan, kenyamanan, sekaligus estetika kota.
Langkah percepatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama investasi infrastruktur pasif telekomunikasi antara PT Mitra Patriot (Perseroda) dan PT Infrastruktur Cerdas Nusantara (ICN). Kesepakatan ini diteken di Hotel Santika Bekasi Hypermall pada Senin, 20 April 2026, oleh Direktur Utama ICN, Edi Yusuf Wirawan, bersama Direktur Utama PT Mitra Patriot, David Hendradjid Rahardja.
Dalam kerja sama tersebut, pembangunan ducting direncanakan mencakup 168 ruas jalan dengan total panjang sekitar 290 kilometer. Proyek ini ditargetkan berlangsung selama empat tahun, dengan masa kerja sama investasi hingga 20 tahun.
Tri Adhianto menegaskan, penataan kabel ke bawah tanah merupakan kebutuhan mendesak bagi kota yang terus berkembang seperti Bekasi. Selain mengurangi potensi bahaya akibat kabel yang tidak tertata, langkah ini juga dinilai mampu memperbaiki tampilan ruang kota.
“Kita ingin mengubah wajah Kota Bekasi menjadi lebih rapi dan aman. Kabel-kabel yang selama ini semrawut akan kita tata ke bawah tanah agar lebih tertib dan tidak mengganggu lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penerapan sistem ducting juga diharapkan meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi. Jaringan yang lebih terintegrasi diyakini mampu menghadirkan koneksi internet yang lebih stabil dan cepat, seiring meningkatnya kebutuhan digital masyarakat.
Melalui program ini, Pemkot Bekasi menargetkan penataan infrastruktur berjalan lebih terintegrasi, sekaligus memperkuat kesiapan kota dalam menghadapi tuntutan konektivitas di era digital.
