Antusiasme Warga Tinggi, Kota Bekasi Kaji Penambahan Titik CFD
![]() |
| Suasana Car Free Day (CFD) Kota Bekasi (Foto: BekasiPatriot) |
KOTA BEKASI- Antusiasme warga terhadap Car Free Day (CFD) di Kota Bekasi terus meningkat. Kondisi itu membuat Pemerintah Kota Bekasi mulai menyiapkan skema perluasan titik Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), dengan kawasan Jalan Veteran di sekitar Alun-alun M. Hasibuan, Kecamatan Bekasi Selatan, menjadi lokasi yang paling serius dipertimbangkan.
Wacana tersebut muncul di tengah semakin padatnya dua titik CFD yang selama ini beroperasi setiap akhir pekan. Pemkot menilai, kebutuhan ruang publik untuk olahraga, rekreasi, hingga aktivitas sosial warga kini sudah melampaui kapasitas jalur yang tersedia.
Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi, mengatakan kepada awak media di Gedung Pemkot Bekasi, Senin (11/05/2026) bahwa pemerintah daerah mulai melihat perlunya pembukaan sentra CFD baru sebagai bagian dari penataan kota yang lebih ramah bagi pejalan kaki dan aktivitas publik.
Menurutnya, langkah itu juga terinspirasi dari pengembangan titik CFD di Jakarta yang mulai diperluas ke sejumlah kawasan lain, tidak hanya terpusat di area Monas.
Ia menjelaskan, kawasan lingkar luar Alun-alun M. Hasibuan dipandang memiliki potensi strategis karena berada di pusat aktivitas masyarakat Bekasi Selatan. Area tersebut dinilai mampu menjadi ruang alternatif bagi warga yang selama ini terkonsentrasi di jalur utama CFD Kota Bekasi.
Namun demikian, Pemkot Bekasi belum ingin terburu-buru membuka jalur baru tanpa kajian teknis yang matang. Pemerintah menyadari, pembukaan kawasan bebas kendaraan di pusat kota berpotensi memunculkan dampak lalu lintas apabila tidak dibarengi rekayasa transportasi yang tepat.
Karena itu, perhatian khusus diberikan kepada Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Bekasi untuk menyusun skema pengamanan, pengaturan arus kendaraan, hingga mitigasi kepadatan di sekitar lokasi rencana CFD baru tersebut.
Junaedi menegaskan, jangan sampai kebijakan yang bertujuan memberi ruang sehat bagi masyarakat justru memicu kemacetan dan menimbulkan keluhan warga pengguna jalan lainnya. Seluruh aspek keamanan dan lalu lintas, kata dia, masih dalam tahap pengkajian.
Saat ini, Kota Bekasi baru memiliki dua titik utama CFD yang rutin dipadati masyarakat setiap akhir pekan, yakni koridor Jalan Ahmad Yani di kawasan Bekasi Selatan serta kawasan Harapan Indah di Kecamatan Medansatria.
Jalur Jalan Ahmad Yani selama ini menjadi pusat utama aktivitas HBKB Kota Bekasi, membentang dari kawasan Kayuringin hingga area Summarecon. Sementara CFD Harapan Indah berfungsi sebagai titik alternatif bagi warga di wilayah barat kota dan kawasan perbatasan.
Tingginya animo masyarakat terhadap CFD, menurut Junaedi, menunjukkan bahwa ruang publik berbasis aktivitas sehat semakin dibutuhkan warga perkotaan. Ia melihat masyarakat kini menjadikan CFD bukan sekadar sarana olahraga, tetapi juga ruang santai dan interaksi sosial keluarga.
Selain menghadirkan ruang publik baru, perluasan titik CFD juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal. Kehadiran ribuan pengunjung setiap akhir pekan dinilai berpotensi memberi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM tanpa harus mengorbankan ketertiban lalu lintas di pusat kota.
