Wali Kota Bekasi Santuni Korban Tewas Kecelakaan Mobil SPPG, Operasional Armada SPPG Dievaluasi
![]() |
| Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat menjenguk ahli keluarga korban kecelakaan mobil SPPG (Istimewa) |
KOTA BEKASI – Tragedi kecelakaan maut yang melibatkan mobil boks distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, Selasa (12/5/2026), mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Bekasi.
Insiden tersebut menewaskan seorang pedagang gorengan bernama Sanuri setelah mobil operasional milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hilang kendali dan menghantam dua gerobak pedagang kaki lima di lokasi kejadian.
Selain korban meninggal dunia, dua orang lainnya mengalami luka-luka. Umi, pedagang tahu crispy, mengalami patah tangan, sementara Dwi yang merupakan kenek mobil SPPG mengalami cedera di bagian kepala.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, langsung mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga menjenguk korban luka yang sedang menjalani perawatan di RS Siloam Sentosa.
Dalam kunjungannya, Tri memastikan Pemerintah Kota Bekasi akan memberikan perhatian khusus terhadap keluarga korban, termasuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak almarhum Sanuri.
“Anak korban juga akan menjadi perhatian kami. Pemerintah Kota Bekasi siap membantu pembiayaan pendidikannya,” ujar Tri.
Pemkot Bekasi juga memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka akan ditanggung melalui skema BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan hingga para korban pulih.
Di sisi lain, polisi masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut. Berdasarkan keterangan Dwi selaku kenek mobil, sopir disebut sempat kehilangan fokus sebelum kendaraan menabrak gerobak pedagang sekitar pukul 10.45 WIB.
Kepala Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Gefri Agitia, menjelaskan sopir diduga panik saat melintasi tikungan sempit dan berusaha menghindari sepeda motor.
“Sopir tidak sempat mengerem dan justru menginjak pedal gas. Kendaraan kemudian dibanting setir dan menabrak dua gerobak di sekitar lokasi,” kata Gefri.
Polisi saat ini telah mengamankan sopir beserta kendaraan untuk kepentingan penyelidikan. Rekaman CCTV dan keterangan saksi juga tengah diperiksa guna memastikan kronologi lengkap kejadian.
Peristiwa tersebut turut memunculkan sorotan terhadap kelayakan armada kendaraan operasional SPPG. Wali Kota Bekasi meminta pengelola dapur MBG lebih disiplin dalam melakukan uji KIR kendaraan, mengingat jumlah dapur SPPG di Kota Bekasi terus bertambah.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bekasi, jumlah dapur SPPG tercatat mencapai 251 titik hingga April 2026.
“Jangan sampai ada kelalaian terkait uji KIR kendaraan. Itu menjadi kewajiban pemilik dapur maupun pengelola agar kendaraan diperiksa secara berkala,” tegas Tri.
Pemkot Bekasi berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional armada distribusi MBG untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi di Kota Bekasi.
