Wiwiek Hargono Bahas Komunikasi Pasangan di Masa Lansia

Foto: Humas Pemkot Bekasi

KOTA BEKASI- Di usia ketika banyak orang mulai menarik diri dari aktivitas publik, ratusan lansia di Kota Bekasi justru kembali duduk di ruang belajar. Mereka datang bukan sekadar mengikuti kegiatan seremonial, tetapi membicarakan hal-hal yang jarang disentuh secara terbuka: kesehatan mental, hubungan keluarga, hingga dinamika rumah tangga di masa tua.

Topik itu mengemuka dalam kegiatan Sekolah Lansia Kelas Gabungan Kecamatan Pondok Gede, Pondok Melati, dan Jatisampurna yang digelar di Pendopo Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS), Selasa (5/5). Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, sebagai narasumber.

Mengusung tema “Belajar Tak Kenal Usia, Berkarya Tak Kenal Batas”, program ini menjadi ruang edukasi bagi para lansia agar tetap aktif, produktif, dan terus berkembang di usia senja. Materi yang diberikan juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, serta keharmonisan sosial dan keluarga.

Dalam pemaparannya, Wiwiek membahas fenomena grey divorce atau perceraian di usia lanjut. Ia menilai fase lansia seharusnya menjadi masa untuk memperkuat hubungan, bukan justru menciptakan jarak dalam rumah tangga.

“Memasuki usia senja, pasangan suami istri harus semakin saling memahami dan memperkuat komunikasi. Masa tua seharusnya menjadi waktu untuk menikmati kebersamaan, bukan justru menghadapi jarak dalam hubungan,” ujar Wiwiek.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat belajar dan kualitas relasi keluarga agar lansia tetap memiliki peran positif di lingkungan sekitarnya.

“Belajar tidak mengenal usia. Lansia harus terus bertumbuh, baik secara pengetahuan maupun dalam menjaga hubungan keluarga agar tetap menjadi teladan bagi generasi penerus,” lanjutnya.

Selain Wiwiek, kegiatan ini turut menghadirkan psikolog Dra. Tika Bisono, M.PsiT. Dalam sesinya, ia membahas psikologi lansia dan tantangan emosional pasangan di usia tua, termasuk penyesuaian peran dalam rumah tangga hingga pentingnya menjaga kesehatan mental bersama.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan memperoleh pemahaman baru untuk menjalani masa lansia secara lebih sehat, aktif, dan harmonis dalam kehidupan keluarga maupun sosial.