Dalam sejumlah rekaman dan dokumen rapat, pimpinan OPD hingga staf mulai membiasakan komunikasi kerja menggunakan bahasa Inggris. Meski masih dalam tahap penyesuaian, jalannya rapat tetap efektif dan berorientasi pada target kerja masing-masing perangkat daerah.
Pelaksanaan ini menjadi tindak lanjut konkret dari arahan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang sehari sebelumnya menegaskan bahwa penggunaan bahasa Inggris merupakan bagian dari strategi peningkatan kapasitas ASN.
“Kami ingin berlatih dan bersiap untuk menjadi kota internasional. Dan juga wacana WFH agar menjadi lebih produktif, makanya dipersiapkan betul,” ujarnya di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Kamis (16/4/2026).
Tri menegaskan, penggunaan bahasa Inggris dalam rapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan pemerintah daerah menghadapi investasi asing serta memperkuat kerja sama internasional. Ia menyebut, arus investasi dari luar negeri, termasuk dari China, mulai masuk ke Bekasi. Selain itu, Pemkot Bekasi juga telah menjalin kemitraan dengan Kota Izumisano di Jepang dan Seongnam di Korea Selatan.
Kolaborasi tersebut, menurutnya, mendorong aparatur untuk terus belajar dan mengadopsi praktik terbaik dari mitra global. “Ini semakin memotivasi kami untuk terus belajar dan mengimplementasikan hal-hal positif dari kerja sama tersebut,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, rapat tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga sarana latihan langsung bagi ASN. Seluruh kegiatan didokumentasikan dan dilaporkan secara berjenjang sebagai bagian dari evaluasi kinerja, sekaligus memastikan produktivitas selama WFH tetap terjaga.
Pemerintah Kota Bekasi juga tengah menyiapkan skema evaluasi lanjutan dengan melibatkan pihak perguruan tinggi sebagai penilai independen. Tujuannya agar standar pemahaman dan kemampuan bahasa Inggris di tingkat pimpinan OPD dapat lebih terukur dan seragam.
Implementasi hari pertama ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut langsung diuji melalui praktik nyata, sekaligus menjadi langkah awal membangun budaya kerja yang lebih adaptif dan berorientasi global (Red.)