Prabowo Setujui Flyover Bekasi Timur, Instruksikan Perbaikan Lintasan dan Investigasi Kecelakaan

Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di RSUD Bekasi (ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto langsung mengambil langkah cepat pascakecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Selain menjenguk korban, ia menyetujui pembangunan flyover di lokasi kejadian serta memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap perlintasan kereta api di Pulau Jawa.

Keputusan pembangunan flyover ini diambil menyusul tingginya kepadatan lalu lintas di Bekasi serta urgensi keselamatan transportasi rel. Prabowo memastikan proyek tersebut akan didanai pemerintah pusat melalui bantuan presiden.

Peristiwa kecelakaan terjadi pada Senin (27/4/2026) malam dan menewaskan 15 orang serta melukai puluhan lainnya. Keesokan harinya, Prabowo mengunjungi korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi sekitar pukul 08.39 WIB. Ia didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.

Dalam keterangannya, Prabowo menyampaikan duka cita mendalam sekaligus menyoroti kondisi banyaknya perlintasan kereta yang tidak terjaga. Ia menyebut terdapat sekitar 1.800 titik lintasan serupa di Pulau Jawa, sebagian merupakan infrastruktur lama yang belum diperbarui secara signifikan.

Pemerintah, kata dia, akan melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari pembangunan pos penjagaan hingga pembangunan flyover di titik-titik rawan. Total anggaran yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp4 triliun.

Selain itu, Prabowo juga menginstruksikan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam sistem transportasi nasional.

“Ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Kita perbaiki semuanya, demi keselamatan masyarakat,” ujar Prabowo.

Langkah cepat ini diharapkan menjadi titik awal perbaikan sistemik terhadap keselamatan perlintasan kereta api di Indonesia, khususnya di wilayah padat seperti Bekasi.