Sekolah Rakyat Jadi Fondasi Strategis Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

BEKASIPATRIOT- Pemerhati jaminan sosial ketenagakerjaan Teguh Purwanto menilai Program Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Menurut Teguh, program yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tersebut tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pemerataan kualitas SDM di berbagai daerah.

“Sekolah Rakyat memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak bangsa yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik dan meraih masa depan yang lebih cerah,” ujar Teguh dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 31 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan merupakan faktor utama dalam membentuk generasi muda yang berkualitas. Selain meningkatkan kemampuan akademik, pendidikan juga berperan dalam membangun karakter, keterampilan sosial, pola pikir kritis, kepercayaan diri, hingga jiwa kepemimpinan.

Namun demikian, Teguh menegaskan bahwa keberhasilan Program Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada peserta didik, melainkan juga kualitas tenaga pendidik dan seluruh unsur pengelola yang terlibat di dalamnya.

Karena itu, ia menilai perlindungan jaminan sosial yang komprehensif bagi guru dan pekerja di lingkungan Sekolah Rakyat menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.

Teguh mengapresiasi langkah pemerintah yang menempatkan guru Sekolah Rakyat dalam skema Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan sosial yang memadai bagi para pendidik.

“Negara hadir memberikan kepastian atas hak-hak dasar mereka dalam bentuk jaminan sosial sebagai pekerja sekaligus pendidik,” katanya.

Mantan pejabat senior BPJS Ketenagakerjaan itu menjelaskan bahwa guru Sekolah Rakyat memiliki tanggung jawab yang lebih kompleks dibanding tenaga pengajar pada umumnya. Selain mengajar, mereka juga berperan mendampingi siswa di lingkungan asrama serta harus siap ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia.

Oleh sebab itu, lanjutnya, para guru perlu mendapatkan perlindungan sosial yang mencakup Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), hingga program pensiun.

“Kalau tenaga pendidik dan pekerja dalam Sekolah Rakyat merasa aman dan terlindungi, mereka akan memberikan kemampuan terbaiknya untuk mendidik anak-anak bangsa,” ujarnya.

Teguh menambahkan, perlindungan sosial bagi tenaga pendidik seharusnya dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Mengacu pada berbagai penelitian, termasuk kajian RAND Corporation, ia menyebut stabilitas tenaga pendidik menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pendidikan, terutama bagi siswa dari kelompok rentan.

“Investasi pada kesejahteraan guru adalah investasi langsung terhadap kualitas output pendidikan. Setiap perlindungan yang diberikan kepada guru akan kembali dalam bentuk kualitas SDM yang lebih baik di masa mendatang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Teguh mengusulkan adanya sistem perlindungan sosial yang terintegrasi dalam ekosistem Sekolah Rakyat, mencakup guru, tenaga administrasi, hingga pekerja pendukung lainnya.

Ia berharap Sekolah Rakyat dapat berkembang menjadi model pendidikan nasional yang tidak hanya unggul dari sisi kurikulum, tetapi juga mampu menghadirkan kesejahteraan dan perlindungan yang memadai bagi seluruh tenaga pendidik.

“Ketika anak-anak dari keluarga miskin dipersiapkan oleh guru-guru yang berdedikasi dan terlindungi oleh sistem jaminan sosial yang baik, itulah fondasi kuat untuk menghasilkan SDM yang berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.